Comprar Cialis 5 mg
https://eduessaytop.com/
http://essayprolabs.com/

Kisru bangunan rumah dinas ketua DPR D Batanghari di tengah pandemi Covid-19 ini kata sekda M.Azan,SH

0
SHARES
31
VIEWS

Detikjambi.com, Batanghari – Terkait pembamgunan rumah dinas Ketua DPRD, yang dengan anggaran cukup fantastis yang nilainya lebih satu koma tujuh M untuk sebuah bangunan gedung rumah dinas Ketua DPRD Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.yang akan segera di lakukan proses tender melalui LPSE yang tidak lama lagi akan bergulir.

Miris kalau mendengar nilai yang disebut dengan angka Milyaran Rupiah untuk sebuah bangunan rumah dinas, sementara rakyat berjuang bersusah payah untuk Membayar Pajak tapi apa yang dirasakan oleh masyarakat dengan kondisi infrastruktur jalan yang hancur, jalan banyak yang rusak bertahun tanpa ada sentuhan perbaikan sama sekali di beberapa titik tertentu pada jalan lingkungan , kabupaten.di Batanghari.
Kalau dilihat dengan kasat mata masih banyak pembangunan yang  masih memerlukan perbaikan dan pengrehaban, coba kita liat kondisi jalan ke pelosok-losok desa, dan gedung dinas P dan K yang sudah tidak layak huni lagi, padahal itu adalah akses yang paling penting, seharusnya pemerintah daerah harus jeli melihat dan menilai itu semua, sebelum melaksanakan pengesahan untuk suatu pembagunan yang nota bene-nya dikatakan kurang tepat sasaran. Seperti untuk pembangunan rumah dinas untuk ketua DPRD kabupaten Batanghari.
Inilah yang menjadi pertanyaan dari berbagai aktivis Batanghari. Apakah tidak ada rumah Dinas DPRD para anggota DPRD tidak bisa bekerja?…
Menyikapi pemberitaan terkait rumah dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batanghari Muhamad Azan, SH., yang juga selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) saat dijumpai diruang kerjanya mengatakan kepada awak media ini   “Pembangunan Rumah Pimpinan DPRD Kabupaten Batanghari masih masuk dalam anggaran Pemda Kabupaten Batanghari pada Tahun Anggaran 2021, untuk Tahun Anggaran 2021 memang dibangun beberapa bangunan fisik yang masih melalui tahapan-tahapan dan masih dalam proses, termasuk salah satunya pembangunan rumah pimpinan DPRD Kabupaten Batanghari.
Secara skala prioritas persepektifnya berbeda-beda, bahwa Rumah Dinas Pimpinan DPRD Kabupaten Batanghari hampir seusia Pemda Batanghari, pada saat pindah ke Muara Bulian bentuk dan modelnya tidak pernah berubah seperti itu saja”, ujar Sekda menjawab tanpa ada beban, Jum’at, 02/07/2021.
tetapi pernyataan sekda di bantah dengan para awak media  kenapa di suasana Covid-19 sekarang ini seolah terindikasi kesannya di paksakan untuk membangun rumah dinas untuk ketua dewan perwakilanilan rakyat , di jawab sekda lagi,
“Sebab itu berdasarkan persepektif TAPD Kabupaten Batanghari yang dianggarkan pada tahapan pembangunan rumah dinas pimpinan DPRD Kabupaten, sementara ini pembangunan rumah dinas untuk ketua DPRD dulu yang kita anggarkan”, jelas Azan dengan ringannya.
Ditanya bagaimana dalam pendemi Covid-19 ini pembangunan ini tetap dianggarkan?…
Jawab Azan bahwa “sudut pandang relatif tidak sama, maka sampai dengan refocusing tahap ke dua pembangunan rumah dinas pimpinan DPRD Kabupaten Batanghari masih ada dalam anggaran, karena perspektif kemampuan keuangan masih cukup untuk itu, Boleh jadi sampai tahap refocusing tahap ketiga alternatif itu akan kita refocusing kembali atau dilakukan penundaan”, ucap Azan.
Azan juga mengaku “saya telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Batanghari selaku pelaksana teknis untuk melaksanakan pembangunan itu, bahwa mengacu pada keadaan republik saat ini dimana kasus covid-19 ini semakin meninggi, sehingga ada juklak atau juknis perintah dari Pemerintah Pusat untuk melakukan refocusing kembali, dan kami telah sarankan secara lisan kepada Kepala Dinas Perkim, supaya tolong diamati betul-betul kondisi keadaan  indonesiaan sekarang ini”, ungkap Azan.
Saat ditanya berkembang isu terhadap rencana pembangunan rumah ketua DPRD Kabupaten Batanghari yang akan menelan biaya miliaran rupiah yang terindikasi adanya permainan atau pesanan dari pihak tertentu, apa benar?…
Dengan tegas Azan menjawab “untuk permainan atau pesanan agak jauh ini akan terjadi, kenapa saya katakan jauh, karena ukuran kami didalam perencanaannya jelas, dan tahapan-tahapannya juga. Maaf, mengenai adanya permainan atau pesanan dari pihak tertentu dalam proyek pembangunan rumah ketua DPRD Kabupaten Batanghari ini, kembali pada pimpinan DPRD, OPD teknis, kita sebatas penganggaran yang diusulkan oleh Sekwan melalui perbendaharaan teknis dalam hal ini Dinas Perkim, jadi tahapan itu yang kita jalankan”, katanya.
“Mudah-mudahan ini tidak akan terjadi, mari kito berbaik sangko sajo, insya Allah dengan tahapan itu jauh daripado permainan ataupun pesanan, dan ini tergantung pada individu, siapo individunya pimpinan DPRD, Sekwan dan Dinas Perkim sebagai teknis pelaksanaan kegiatan”, kata M. Azan Sekda Batanghari.
Masyarakat Batanghari kecewa pembangunan rumah dinas ketua DPR D Batanghari terkesan di paksakan di tengah pandemi Covid -19 tetap di laksanakan “Kita sayangkan DPRD mau menerima pembangunan rumah dinas, sementara rakyat yang memilihnya berharap bisa memperjuangkan hak-hak mereka, tapi nyatanya semua jauh dari harapan, tidak ada sedikitpun hati nurani mereka melihat penderitaan masyarakatnya yang berjuang di tengah jalanan berlobang dan berlumpur, bertahun-tahun hingga kini dan entah kapan akan berakhir.
Harapan masyarakat kepada Pemerintahan yang baru teryata diluar dugaan yang tidak mendesak itu yang lebih utama…entahlah kenapa ini terjadi, keluh masyarkat .(Ian)
Editor : Supan Sopian,SE

Related Posts

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.